Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Beranda · 28 Mei 2024 11:28 WIB

Ini Konsekuensi Bila PPDB 2024 di Jabar Tidak Bersih


					Ini Konsekuensi Bila PPDB 2024 di Jabar Tidak Bersih Perbesar

“Tentunya ini mendorong kita untuk melakukan PPDB yang  bersih, transparan dan betul-betul sesuai aturan,” imbuhnya.

Bey Machmudin melanjutkan, launching PPDB dimulai pada 3 Juni mendatang. Dimana nantinya para siswa dapat melakukan pendaftaran secara online, melalui aplikasi Sapawarga.

Dia juga meminta kepada seluruh pihak, untuk tidak segan melaporkan bila ditemukan adanya indikasi kecurangan. Baik itu jual beli kursi, maupun siswa titipan dari oknum tertentu.

“Silakan teman-teman, kalau ada yang tahu. Satu kursi berapa juta, laporkan pada kami. Kami akan tindak tegas. Kami juga kerjasama dengan Saber Pungli, jadi kalau ada titip-titip,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bey Machmudin Minta Pemangku Kepentingan Pendidikan Jaga Komitmen, Pastikan PPDB 2024 Nir Kecurangan

Tidak hanya itu, PPDB 2024 yang bersih tidak hanya di tingkat SMA/SMK dan SLB. Tetapi juga di kota/kabupaten yang menaungi SD dan SMP.

Dia pun memastikan, pemerintah akan merespon cepat setiap adanya aduan guna menjamin transparansi pelaksanaan PPDB 2024.

“Kami mohon teman-teman media untuk terus beritakan bahwa PPDB 2024 di Jawa Barat, di seluruh kota/kabupaten harus bersih, tidak ada titipan dan tidak ada orang dalam dan sebagainya,” pintanya.

Baca Juga :  Bey Machmudin Klaim Akan Tindaklanjuti Temuan Dugaan Pelanggaran PPDB di SMAN 1 Majalaya

Selain itu, Bey Machmudin turut mengimbau kepada orangtua untuk tidak melakukan manuver melakukan kecurangan, bila anaknya gagal atau tidak diterima di sekolah yang diinginkan.

“Mohon diedukasi masyarakat kita, bahwa tidak diterima di sekolah itu (yang diinginkan), bukan akhir dari segalanya. Masih banyak sekolah lain. Mereka menata dengan baik kok. Sekolah swasta juga sudah banyak yang bagus. Jadi artinya jangan hanya tertuju pada satu sekolah. Jadi mulai diberitahukan kepada masyarakat,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 146 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Ubah Konflik Jadi Peluang Belajar: Dosen Universitas Widyatama Latih Guru PAUD Cimahi Selatan Kelola Konflik di Kelas

27 Agustus 2026 - 16:07 WIB

Jasa Raharja dan Subdenpom Karawang Perkuat Sinergi Penanganan Laka Lantas yang Melibatkan Anggota TNI

27 Agustus 2026 - 00:44 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan, Jasa Raharja Cabang Cirebon Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) Di Kec Palimanan Kab Cirebon

27 Agustus 2026 - 00:41 WIB

Upaya Keselamatan Lalu Lintas, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Cirebon Gelar Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) Di SMAN 1 Arjawinangun Kab Cirebon

27 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Di AIIF 2026, Dirut Jasa Raharja Paparkan Masa Depan Perlindungan Publik Berbasis AI

27 Agustus 2026 - 00:30 WIB

Jasa Raharja Bersama Tim Pembina Samsat Ciamis Laksanakan Operasi Khusus di PT Risma Jaya Transport

26 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Trending di Berita Daerah