“Tentunya ini mendorong kita untuk melakukan PPDB yang bersih, transparan dan betul-betul sesuai aturan,” imbuhnya.
Bey Machmudin melanjutkan, launching PPDB dimulai pada 3 Juni mendatang. Dimana nantinya para siswa dapat melakukan pendaftaran secara online, melalui aplikasi Sapawarga.
Dia juga meminta kepada seluruh pihak, untuk tidak segan melaporkan bila ditemukan adanya indikasi kecurangan. Baik itu jual beli kursi, maupun siswa titipan dari oknum tertentu.
“Silakan teman-teman, kalau ada yang tahu. Satu kursi berapa juta, laporkan pada kami. Kami akan tindak tegas. Kami juga kerjasama dengan Saber Pungli, jadi kalau ada titip-titip,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, PPDB 2024 yang bersih tidak hanya di tingkat SMA/SMK dan SLB. Tetapi juga di kota/kabupaten yang menaungi SD dan SMP.
Dia pun memastikan, pemerintah akan merespon cepat setiap adanya aduan guna menjamin transparansi pelaksanaan PPDB 2024.
“Kami mohon teman-teman media untuk terus beritakan bahwa PPDB 2024 di Jawa Barat, di seluruh kota/kabupaten harus bersih, tidak ada titipan dan tidak ada orang dalam dan sebagainya,” pintanya.
Selain itu, Bey Machmudin turut mengimbau kepada orangtua untuk tidak melakukan manuver melakukan kecurangan, bila anaknya gagal atau tidak diterima di sekolah yang diinginkan.
“Mohon diedukasi masyarakat kita, bahwa tidak diterima di sekolah itu (yang diinginkan), bukan akhir dari segalanya. Masih banyak sekolah lain. Mereka menata dengan baik kok. Sekolah swasta juga sudah banyak yang bagus. Jadi artinya jangan hanya tertuju pada satu sekolah. Jadi mulai diberitahukan kepada masyarakat,” ujarnya.


























