Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Bandung · 27 Agu 2025 16:36 WIB

SBM ITB Undang Profesor dari Jerman Bagikan Tipis agar Perusahaan Dilirik Gen Z


					SBM ITB Undang Profesor dari Jerman Bagikan Tipis agar Perusahaan Dilirik Gen Z Perbesar

BANDUNG – Masyarakat kerap menilai Generasi Z sebagai generasi yang enggan bekerja keras. Namun, Prof Hazel Gruenewald, menegaskan bahwa anggapan tersebut keliru. Menurutnya, Gen Z bukan takut bekerja, melainkan tidak menyukai pekerjaan yang dianggap tidak bermakna.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara HCM Talks 2nd Series 2025 oleh Sekolah Bisnis Manajemen Institut teknologi Bandung (SBM ITB), yang menghadirkan Prof. Hazel Gruenewald, Visiting Professor of Organizational Behaviour dari Hochschule Reutlingen, bersama Dr. Andika Putra Pratama. Dalam kesempatan tersebut, mereka membahas tema “Building Purpose-Driven Work Culture for Gen Z Engagement.”

Prof Hazel membuka diskusi dengan menekankan, perlu harus mengingat bahwa Gen Z bukanlah kelompok yang seragam. Perspektif mereka sangat beraneka ragam, dipengaruhi oleh latar belakang sosial-ekonomi, pendidikan, dan pengalaman individu.

Salah satu nilai utama yang dijunjung tinggi Gen Z adalah etika. Data menunjukkan sekitar 50% Gen Z menjadikan etika sebagai faktor penting dalam memilih perusahaan. Hazel menegaskan, perusahaan harus konsisten dalam menjunjung nilai yang diyakini.

Baca Juga :  SBM ITB Raih Penghargaan Entrepreneurial Marketing: Campus for Impact

“Keaslian adalah hal yang sangat penting. Gen Z tidak ingin sekadar mendengar apa yang perusahaan yakini, mereka ingin melihat bagaimana keyakinan itu diwujudkan dalam tindakan nyata. Itulah strategi membangun kepercayaan,” ujar Prof Hazel, dari siaran persnya, Rabu (27/8/2025).

Selain etika, kesejahteraan atau well-being juga menjadi perhatian besar. Lebih dari 55% Gen Z menyatakan peduli terhadap aspek ini. Karena itu, menurut Hazel, keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) tidak boleh berhenti pada program pelatihan, tetapi harus benar-benar tertanam dalam budaya organisasi.

Untuk menjawab kebutuhan ini, Hazel menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang berorientasi pada tujuan (purpose-driven). Perusahaan, menurutnya, perlu mengadopsi cara kerja baru dengan menumbuhkan budaya digital, mendorong pembelajaran berkelanjutan, memanfaatkan teknologi, serta menanamkan pola pikir berkembang.

Lebih lanjut, Hazel juga menyoroti perbedaan cara kerja antara Gen Z dan Millennial. Gen Z dinilai lebih nyaman dengan proyek-proyek kecil yang memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan seperti creative thinking dan digital fluency.

Baca Juga :  Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak

Namun, generasi ini memiliki rentang perhatian yang relatif singkat dan kerap menyelesaikan pekerjaan terlalu cepat tanpa memperhatikan kualitas.

“Penting bagi perusahaan untuk mendorong mereka mengajukan pertanyaan kritis, mengambil langkah kecil namun konsisten, serta berani membawa ide-ide baru ke meja diskusi,” pungkas Hazel.

Melalui pendekatan ini, perusahaan tidak hanya mampu menarik Gen Z, tetapi juga menjaga retensi karyawan. Dengan memberikan ruang untuk fleksibilitas, otonomi, dan pengembangan diri, Gen Z akan lebih cenderung bertahan di perusahaan yang sejalan dengan nilai mereka.

Sebagai penutup, Dr. Andika Putra Pratama menyampaikan apresiasi atas partisipasi Prof. Hazel dalam HCM Talks serta mendukung kontribusinya dalam menciptakan dampak sosial melalui karya dan bukunya.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

DPRD Jabar Soroti Kinerja Pemprov dari LKPJ 2025

2 April 2026 - 20:30 WIB

Kasus Campak Melonjak, Dinkes Jabar Akselerasi ORI

2 April 2026 - 19:27 WIB

Pemprov Jabar Imbau Perusahaan Lakukan WFH Sekali dalam Satu Pekan

2 April 2026 - 19:19 WIB

Idrus Marham Pastikan, Musda XI Golkar Jabar Jadi Momentum Perkuat Komitmen untuk Rakyat

2 April 2026 - 19:04 WIB

Kemanusiaan di Bulan Ramadan: YBGS dan KPM Berbagi

3 Maret 2026 - 13:05 WIB

Bahagiakan Nataru 2025-2026, 103 Ribu Pengguna KAI Commuter II Bandung Terlayani Dengan Baik

21 Desember 2025 - 11:11 WIB

Trending di Bandung