“Kita akan mendorong teman-teman di DPRD Kota Bandung yang sedang membahas APBD 2025 untuk memastikan program beasiswa berjalan,” jelas Haru.
Haru juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program beasiswa Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Meski anggaran yang dialokasikan tidak besar, program tersebut menjadi harapan orangtua yang ingin anak-anaknya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Program seperti JFLS di Jawa Barat harus tetap dilanjutkan. Walaupun anggarannya mungkin terbatas, program ini sangat berarti bagi orangtua yang berharap anak-anaknya dapat melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Haru juga menegaskan, beasiswa untuk anak-anak yang kurang mampu dan berprestasi merupakan salah satu janji kampanyenya di Pilwalkot Bandung 2024. Ia berkomitmen mendorong program tersebut agar lebih banyak generasi muda bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus terhambat keterbatasan ekonomi.
“Ini adalah janji kampanye kami. Kami akan memastikan beasiswa untuk mereka yang tidak mampu dan berprestasi terus didorong di masa depan,” pungkas Haru.
Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ledia Hanifa Amaliah mendorong agar persoalan pendidikan, menjadi prioritas utama untuk dituntaskan dengan melibatkan pemerintahan daerah.
“Soal pendidikan itu kan kompleks enggak bisa dikerjain sendirian. Memang di pusat dibicarakan, tapi implementasi kan ada di daerah,” tutu Ledia.
Menurutnya, keterkaitan antara legislatif dan eksekutif perlu diselaraskan. Artinya, visi misi calon kepala daerah harus sejalan dengan pemerintah pusat, khususnya di bidang pendidikan.


























