BANDUNG – Anugerah Avirama Nawasena (AAN) 2026 yang diselenggarakan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) di Kampus SBM ITB Bandung menegaskan pentingnya praktik nyata Environmental, Social, and Governance (ESG) serta kepemimpinan berkelanjutan lintas sektor. Kegiatan ini diawali laporan penyelenggaraan ESG Award oleh Ketua AAN, Melia Famiola, S.T.P., M.T, Ph.D., dilanjutkan sambutan Wakil Rektor ITB, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn. serta penganugerahan kepada para penerima award dari kelompok korporasi, usaha kecil, hingga individu.
Dalam laporannya, Melia Famiola menjelaskan bahwa Anugerah Avirama Nawasena bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari proses panjang pemantauan dan pembelajaran berkelanjutan. Sepanjang 2025, tim UN Principles for Responsible Management Education (PRME) SBM ITB melakukan pemantauan terhadap sekitar 76 industri dan individu lintas sektor, menelusuri praktik reinovasi, transformasi model bisnis, serta implementasi ESG.
“Penerima Anugerah Avirama Nawasena bukanlah mereka yang paling banyak berbicara tentang sustainability, melainkan yang paling konsisten menjalankannya, yang berani mengambil keputusan, dan yang nyata menunjukkan dampaknya,” ujar Melia Famiola, Ketua Anugerah Avirama Nawasena SBM ITB dalam siaran persnya.
Ia menegaskan bahwa para penerima award diharapkan menjadi role model bagi mahasiswa, akademisi, dan pelaku usaha. Penyelenggaraan AAN juga melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi melalui integrasi dengan kegiatan akademik, serta didukung kolaborasi dengan sejumlah mitra, antara lain Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Social Investment Indonesia, Emil Salim Institute, dan komunitas ESG Indonesia.
Sementara itu, Wakil Rektor ITB menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam kerangka “1 ITB” yang menyatukan sains, teknologi, bisnis, dan seni untuk memberi dampak bagi bangsa. “Inisiatif seperti Anugerah Avirama Nawasena perlu menjadi tradisi di ITB. Ini adalah bentuk pengakuan atas tokoh-tokoh yang telah menunjukkan komitmen, keberanian, dan konsistensi dalam menjalankan praktik keberlanjutan serta menciptakan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Andryanto Rikrik Kusmara dalam siaran persnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ITB terus memperluas kemitraan strategis dengan berbagai pihak sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi berdampak, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi alumni dan para pemangku kepentingan.
Puncak acara ditandai dengan penganugerahan kepada para penerima Anugerah Avirama Nawasena dari berbagai kategori, yaitu:
*Kelompok Korporasi:*
– PT Pertamina (Persero) — Inovasi pada Produk untuk Keberlanjutan
– PT Nindya Karya — Inovasi pada Business Model dan Rantai Pasok Keberlanjutan
– Bank Mandiri — Inovasi untuk Keuangan Berkelanjutan
– PT Astra International Tbk. — Inovasi untuk Perubahan Sosial
*Kelompok Small Business:*
– Parongpong RAW Lab — Inovasi pada Produk Berkelanjutan
– Arkadia Works — Inovasi pada Service Berkelanjutan
– Evermos — Inovasi pada Business Model dan Rantai Pasok Berkelanjutan
– IBEKA — Inovasi Perubahan Sosial
*Kategori Individu dan Social Impact SBM ITB:*
– Prof. Dr. Ir. Melia Laniwati Gunawan, M.S. — Inovator ITB untuk Keberlanjutan
– Alm. Prof. Akhmad Zainal Abidin, MSc, PhD — Inovator ITB untuk Keberlanjutan
– Zagy Berian — Alumni Muda ITB untuk Keberlanjutan
– PT PLN Indonesia Power Saguling — Perusahaan Partner Societal Impact SBM ITB
Melalui AAN 2026, SBM ITB menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar wacana, melainkan praktik kepemimpinan yang menuntut keberanian, konsistensi, dan kolaborasi lintas sektor demi masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.


























