Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Religi · 6 Jan 2023 10:55 WIB

Kisah Habil dan Qabil, Awal mula Kurban dan Tumpah darah pertama di Dunia


					Kisah Habil dan Qabil, Awal mula Kurban dan Tumpah darah pertama di Dunia Perbesar

CERITA HIKMAH — Kisah Qabil dan Habil bertutur, saat itu adalah awal mula dari sejarah perjalanan manusia di bumi. Karena jumlah manusia yang sangat terbatas.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan pernikahan dengan saudara yang bukan kembarannya. Ketika itu, manusia lahir selalu kembar lelaki dan perempuan, dengan hikmah untuk membangun peradaban di dunia. Namun, ternyata Qabil menginginkan calon istri Habil, hingga membuat keduanya berselisih. Untuk mengakhiri perselisihan, Nabi Adam ‘Alaihis Salam meminta mereka berdua untuk mempersembahkan kurban kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagai tanda diterimanya kurban, nantinya kurban tersebut akan dilalap api dari langit. Siapa yang kurbannya diterima Allah Subhanahu wa Ta’alas, maka dialah pemenangnya.

Baca Juga :  Kemenkes Kirim 65 Tenaga Medis dan 2,5 Ton Logistik Kesehatan Untuk Korban Gempa Turki-Suriah

Qabil adalah seorang petani yang bercocok tanam, sedangkan Habil merupakan seorang pemburu dan pengembala kambing. Ketika Qabil ingin memilih apa yang akan dia persembahkan sebagai kurban, hatinya membisikkan untuk memilih hasil panen yang paling buruk. Dia berkata pada dirinya, “Kalau memang api yang akan memakan kurbanku, untuk apa mengurbankan milikku yang terbaik?”

Akan tetapi, Habil berpikir dengan cara yang berbeda. Bahwa dia akan mempersembahkan hasil jerih payahnya sebagai hadiah kepada Allah Subhanahu wa Ta’alas yang telah menciptakannya, lantas mengapa tidak dia persembahkan miliknya yang paling baik? Dia pun memilih seekor domba yang sehat dan baik untuk dipersembahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala itu Mahabaik, dan Dia tidak menyukai sesuatu kecuali yang baik pula. Kemudian mereka berdua meletakkan kurban mereka di atas gunung. Api lalu turun dari langit melahap kurban Habil, dan membiarkan begitu saja kurban milik Qabil. Dengan demikian, Habil pun berhasil mengungguli Qabil.

Artikel ini telah dibaca 725 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Rumah Amal dan Paragon Salurkan Bingkisan Lebaran bagi Warga Terdampak Bencana di Sumatera

14 Maret 2026 - 21:01 WIB

Bey Machmudin Syukuri, Pelaksanaan Keberangkatan Jamaah Haji Berjalan Lancar

18 Mei 2024 - 19:55 WIB

Bey Machmudin Minta BIJB Jamin Kenyamanan Jamaah Haji

3 Mei 2024 - 15:15 WIB

Bey Machmudin Sidak BIJB Kertajati, Pastikan Kesiapan Embarkasi Haji

3 Mei 2024 - 15:00 WIB

Bey Machmudin Minta Kenyamanan Jamaah Haji BIJB Kertajati Terjamin

28 April 2024 - 13:04 WIB

Hadir Perdana di Bandung, Eleva Tawarkan Konsep Busana Syar’i Premium Bagi Muslimah

3 Februari 2024 - 12:37 WIB

Trending di Beranda