Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Beranda · 12 Nov 2024 18:53 WIB

Dinkes Jabar Minta Masyarakat Waspadai Penyakit Cacar Air dan Gondongan


					Dinkes Jabar Minta Masyarakat Waspadai Penyakit Cacar Air dan Gondongan Perbesar

BANDUNG – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat meminta masyarakat, untuk mewaspadai penyakit cacar air dan gondongan, yang kini tengah marak terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan Jabar Vini Adiani Dewi menuturkan, dua penyakit tersebut sejatinya tidak berbahaya yang dapat menyebabkan kematian.

Hanya saja, hadirnya penyakit ini tentunya akan menyulitkan masyarakat, sehingga harus diwaspadai.

“Kalau banyak yang sakit, tetap saja riweuh. Ekonomi juga khawatir. Berobat perlu biaya dan sebagainya,” ujar Vini di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 12 November 2024.

Baca Juga :  Sekda Herman Pastikan Tindaklanjuti Temuan BPK Terkait Proyek RSJ Jabar

Maka dari itu dia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, karena cacar air maupun gondongan merupakan penyakit menular.

Dia juga mengimbau, bila muncul gejala agar melakukan isolasi supaya tidak menularkan kepada pihak lain.

“Itu penyebabnya virus. Penyakitnya sembuh sendiri dengan daya tahan tubuh yang baik. Jadi kepada masyarakat kalau ada anggota keluarga mengalami gondongeun atau cacar air, dipisah dengan anggota keluarga lain. Minimal 7 hari sejak gejala timbul, karena setelah 7 hari itu sudah tidak menularkan. Seminggu istirahat dulu baru beraktivitas,” pintanya.

Baca Juga :  Kasus Campak Melonjak, Dinkes Jabar Akselerasi ORI

Contohnya seperti beberapa waktu lalu lanjut Vini, ada 25 orang siswa sekolah tertular penyakit gondongan karena ada salah satu murid yang tetap masuk, walaupun kondisi sedang sakit.

“(Penularan) akan cepat, kalau tidak diantisipasi. Salah satunya adalah sekolah melakukan jarak jauh dengan zoom. Sekolah dapat antisipasi dengan anak yang sakit jangan sekolah,” imbaunya.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Jasa Raharja Karawang Melaksanakan Pendataan Kendaraan Bersama Mitra Terkait

3 April 2026 - 08:55 WIB

DPRD Jabar Soroti Kinerja Pemprov dari LKPJ 2025

2 April 2026 - 20:30 WIB

Kasus Campak Melonjak, Dinkes Jabar Akselerasi ORI

2 April 2026 - 19:27 WIB

Pemprov Jabar Imbau Perusahaan Lakukan WFH Sekali dalam Satu Pekan

2 April 2026 - 19:19 WIB

Idrus Marham Pastikan, Musda XI Golkar Jabar Jadi Momentum Perkuat Komitmen untuk Rakyat

2 April 2026 - 19:04 WIB

Jasa Raharja Perkuat Program SIGAP Prioritas dan SIGAP Instansi untuk Tingkatkan Pendapatan SWDKLLJ dan Optimalisasi Perlindungan Korban Laka Lantas

2 April 2026 - 09:09 WIB

Trending di Headline