Dalam sesi dialog interaktif, sejumlah pimpinan elemen buruh menyampaikan berbagai pandangan dan aspirasi. Ketua DPD KSPSI Jawa Barat, Roy Jinto, mengapresiasi peran pengamanan dan fasilitasi Ditintelkam Polda Jabar yang dinilai berhasil menjaga aksi demonstrasi buruh di Jabar tetap kondusif tanpa bentrokan fisik. Dalam kesempatan tersebut, KSPSI Jabar juga secara tegas menyatakan tidak akan terlibat dalam gelombang aksi unjuk rasa atau ajakan konsolidasi kelompok lain pada bulan Agustus ini demi memelihara stabilitas wilayah.
Selain itu, para pimpinan SP/SB menyampaikan beberapa poin krusial, antara lain dorongan fasilitasi komunikasi dengan Pemerintah Provinsi terkait penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) pasca-putusan PTUN Bandung, usulan pembentukan Posko Bersama Forkopimda untuk pengawasan industri, hingga percepatan respons penanganan aduan perselisihan hubungan industrial.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolda Jabar menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi komunikasi dan membawa aspirasi para buruh—khususnya terkait UMSK dan koordinasi Forkopimda—langsung kepada Gubernur Jawa Barat. Polda Jabar juga menginstruksikan seluruh jajaran Satwil/Kapolres untuk memperkuat sinergi dengan serikat buruh di daerah masing-masing serta rutin mengevaluasi kinerja Desk Ketenagakerjaan.
Rangkaian acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan ini ditutup dengan penyerahan cenderamata secara simbolis kepada perwakilan buruh, foto bersama, dan ramah tamah. Melalui forum silaturahmi ini, Polda Jabar dan elemen SP/SB sepakat untuk terus mengedepankan musyawarah, mediasi, dan komunikasi berkesinambungan demi mewujudkan Jawa Barat yang aman, kondusif, dan sejahtera.



























