Menu

Mode Gelap
Lewat Program CSR, Telkom Indonesia dan Telkom University Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat Biodigester di Boyolali Anugerah Avirama Nawasena 2026 Soroti Praktik Nyata ESG dan Kepemimpinan Berkelanjutan Dies Natalis ke-22, SBM ITB Tegaskan Komitmen Pendidikan Bisnis Berdampak SBM ITB Luncurkan Thought Leadership: Entrepreneurial Business 600 Orang Lebih Laksanakan Kegiatan Wisuda di UPI, Prof Didi Singgung Ijazah

Religi · 6 Jan 2023 10:55 WIB

Kisah Habil dan Qabil, Awal mula Kurban dan Tumpah darah pertama di Dunia


					Kisah Habil dan Qabil, Awal mula Kurban dan Tumpah darah pertama di Dunia Perbesar

Hikmah kisah ini mengajarkan kita untuk sentiasa bersedekah kepada orang yang membutuhkan dengan sesuatu yang baik dan niat yang tulus, karena jihad melawan hawa nafsu adalah jihad besar. Nafsu sentiasa menggiring untuk mencintai perhiasan dunia, dan perhiasan dunia adalah harta dan anak-anak. Manusia banyak menghabiskan hidupnya untuk mengumpulkan harta, dan ketika sebagian harta tersebut dikeluarkan untuk orang lain, bukanlah merupakan hal mudah baginya. Begitulah, bagaimana bersedekah berlawanan dengan tabiat kikirnya nafsu. Padahal, tatkala manusia meninggalkan dunia, maka seluruh hartanya dia tinggalkan bagi orang lain. Inilah karakter manusia terhadap harta, selalu menginginkan lebih dan lebih lagi tidak pernah ada kata cukup dan puas.

Baca Juga :  Ridwan Kamil luncurkan Sekoper Cinta di 80 Desa

“Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. al-Hasyr [59]: 9).

Allah Subhanahu wa Ta’ala» tidak melarang hamba-Nya untuk mengumpulkan harta, tetapi Dia pula mengingatkan kita bahwa kebaikan hakiki adalah kebaikan ukhrawi yang dipanen melalui amal baik dan niat tulus di dunia:

“Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. az-Zukhruf [43]:32).

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. an-Nahl [16]: 97).

Baca Juga :  Tips Sambut Ramadhan bagi Generasi Milenial

Jadi, hubungan yang terjalin antara Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan manusia adalah berdasarkan amal saleh dan niat yang baik Disertai dengan iman yang kuat di dalam hati dan diimplementasikan dengan kehidupan yang baik di dunia. Dengan demikian, dia akan dipenuhi keberkahan di dunia dan mendapat ganjaran serta pahala pada hari akhirat berupa surga. Manusia sentiasa akan melewati berbagai ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala

Artikel ini telah dibaca 725 kali

badge-check

Penulis Berita

Baca Lainnya

Rumah Amal dan Paragon Salurkan Bingkisan Lebaran bagi Warga Terdampak Bencana di Sumatera

14 Maret 2026 - 21:01 WIB

Bey Machmudin Syukuri, Pelaksanaan Keberangkatan Jamaah Haji Berjalan Lancar

18 Mei 2024 - 19:55 WIB

Bey Machmudin Minta BIJB Jamin Kenyamanan Jamaah Haji

3 Mei 2024 - 15:15 WIB

Bey Machmudin Sidak BIJB Kertajati, Pastikan Kesiapan Embarkasi Haji

3 Mei 2024 - 15:00 WIB

Bey Machmudin Minta Kenyamanan Jamaah Haji BIJB Kertajati Terjamin

28 April 2024 - 13:04 WIB

Hadir Perdana di Bandung, Eleva Tawarkan Konsep Busana Syar’i Premium Bagi Muslimah

3 Februari 2024 - 12:37 WIB

Trending di Beranda